Sabtu, 25 Juni 2011

All About The GJ


The First GJ
I Meet him in FB “again”. Seperti biasa, dia add aku dan mulai chat lewat FB. His name is Sam. I call him that. Dia bilang dia sendiri, belum berkeluarga, still looking, still hunting. (emang dasar buaya darat, sukanya berburu). Tampang sih memang meyakinkan kalo belum berkeluarga. Setelah chat beberapa lama, dia meminta no hp ku untuk lebih berkomunikasi dekat. Mulailah smsan, telponan, walaupun Cuma sebentar. Actually, I enjoy that moment. Berharap jika dia memang yang dipilihkan Allah buatku. Kata katanya memang beda, rayuan gombal sering di ucapkan supaya aku terjerat dalam tipu dayanya.
Dia : di pasuruan musim apa?
Aku : musim apa ya, musim duren kali.
Dia : wah enak tuh duren, kapan kapan aku mampir beli durennya
Sekalian mampir ke rumah kamu buat silaturahmi
Aku : oalah.. kita dikasi sisa durennya nanti. Hehe..
Dia : ya gak lah… masa cewek kaya kamu dikasi sisa sisa..
Jurus rayuan mautpun dimulai. Sebenarnya aku paling benci dan gak suka orang yang basa basi dan suka ngegombal pol. Sebenarnya ada beberapa rayuannya yg basa basi tapi ada juga yang bikin aku larut dalam rayuannya. He said like an expert on it. Dia seperti sudah fasih dalam merayu. Sepertinya buaya darat kelas kakap. Wkwkwk.. Whatever, buatku buaya darat tetap buaya darat. Tapi aku mencoba menganggap dia sebagai teman biasa, tidak lebih. Meskipun dia memulai dengan rayuan maut dan kata kata yang ngegombal.
And then disaster happen. Saat itu dia bilang kalo ada seorang cewek yang mencoba mendekati dia, but he’s not honest to me. Berawal dari ketidak jujurannya, aku sedikit curiga dengan tabiatnya. Awalnya dia cerita kalo ketemu seorang cewek, dulunya si cewek suka sama dia banget. Si cewek ngejar ngejar dia.
Aku : kenapa km gak ngomong aja kalo kamu gak suka dia?
Dia : aku males berurusan sama cewek yang overprotective.
Dia masih sering telpon aku, sms juga, tapi gak pernah tak balesin smsnya
Dia telpon juga gak pernah tak angkat.
Aku : Kenapa gitu? Emang dia punya salah apa ke kamu?
Dia : Aku capek aja dengerin dia ngerayu rayu minta jadian sama aku.
Aku : Owh.. ( dengn tampang sedikit gak peduli.. Who care! )
At that time, aku sedikit mulai gak mempercayai dia. Se”overprotective”nya seorang wanita pasti dia punya alasan dan maksud tersendiri. Itu juga menunjukkan kalo dia mungkin tidak terlalu care pada wanita. Just in his mouth, Cuma OMDO alias omong doang. Seperti layaknya tong kosong yang nyaring bunyinya. Besar di mulut didalam hati sapa tahu. Dasar laki! Setelah itu aku masih bersmsan tapi tidak sesering biasanya. Sometimes just sent him inspiring words. Atau sekedar menanyakan kabar.
Setelah beberapa hari, mulailah ada telpon telpon dari no yang gak dikenal. Sering miscol miscol gak jelas. Nomornya terlihat hampir mirip dengan nomor Sam, tapi sepertinya bukan dia. Tapi aku sudah menduganya dalam hati, kalo mungkin ini seseorang yang mulai curiga dengan kedekatanku dengan Sam, tapi aku belum tahu siapa.
Waktu itu pagi hari, sebelum aku berangkat kerja. Aku mempersiapkan diri untuk menuju ke kantor, tiba tiba Sam mengirimkan sms yang membuatku sedikit curiga. Sepertinya sesuatu akan terjadi.
Dia : tika, tolong nanti kalo ada cewek telpon kamu, tolong bilang aja kalo kamu itu Dewi dari
perusahaan Huawei ya..
plis..
Aku : kenapa? Ada apa?
Dia : tolong ya, sepertinya cewek itu mencurigai no kamu.
Dia buka buka telpon aku.
Aku : Kok bisa? Emang waktu itu kamu dimana? Kan kamu gak ketemu di tiap hari?
( still wondering what’s gonna happen )
Dia : gak tau juga. Emang dasar dianya over. Itu juga kenapa aku sangat gak suka sama dia.
Ntar jangan lupa bilang gitu ya..
Aku : InsyaAllah..
Dengan perasaan bingung aku meng”iya”kan. Mencoba menjaga nama baiknya. Setelah beberapa menit kemudian, si cewek menelponku dengan halus dan lemah lembut.
Aku : Hallo.. ( lama kata hallo ku belum dibalas)
Tak lama kemudian kata Hallo ku dibalas dengan suara yang lembut dan pelan. Di dalam hatiku, suara ini seperti tidak mencerminkan seorang wanita yang mempunyai sifat yang overprotective. Suara ini seperti suara seorang cewek yang keibuan, baik, dan sangat ramah.
Dia : Hallo, ini siapa ya?
Aku : saya dengan Dewi, maaf ini siapa?
Dia : ( menyebutkan namanya, tetapi aku lupa ), Dewi siapa ya?
Aku : Dewi dari Perusahaan Huawei. Ada yang bisa saya bantu?
Dia : owh.. maaf saya menggangu anda, maaf ya bu..
Aku : oh, tidak apa apa. Sama sama. Saya juga minta maaf.
Dia : yasudah bu, Assalamu’alaikum.
Aku : Wa’alaikum Salam
Setelah pembicaraan itu, aku diam sesaat. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari Sam. Aku sempat berfikiran kalo Sam itu ternyata sudah berkeluarga, dan sudah mempunyai istri. Dan dia tidak menceritakan semua itu kepadaku dari awal. Itu awalnya hanya perasaanan ku saja. Dalam perjalanan menuju ke tempat kerja, aku berusaha sms Sam. Sebenarnya aku ingin minta penjelasan, tanpa aku berfikir “kenapa musti minta penjelasan, toh aku juga belum apa apanya dia!” dan akhirnya aku sms dia
Aku : Sam, tadi ada yang telpon aku, dia cewek
Dia : trus kamu bilang gimana ke dia?
Aku : Aku bilang sama persis kayak yang kamu suruh
Dia : Thank’s ya dah bantuin.
Aku : ya.
Tanpa rasa bersalah sekalipun dia mengentengkannya begitu saja. Akhirnya aku sms dia lagi.
Aku : Sam, maaf kalo selama ini aku gangguin kamu, mungkin sebaiknya kamu memikirkan perasaan
wanita yang sudah tau dia suka sama kamu, jangan sakiti dia, karena akupun wanita dan aku
pun bisa merasakan apa yang dia rasa. Just enjoy ur love life. With she or with another girl.
That was the last massage I sent to him. Aku tahu betapa sakitnya dikhianati oleh orang yang sangat kita sayangi, and it’s happen to me, it’s happen in my family. Aku sangat sangat tahu bagaimana hati seorang wanita yang dikhianati. Sebenarnya akupun masih belum tahu wanita itu siapa, tapi aku merasa dia punya hubungan dengan Sam.
Setelah lama aku tak berkomunikasi lagi dengan dia, aku memberanikan diri membuka FB dan melihat komentnya yang sempat dia tulis di fotoku. Setelah aku lihat profilnya, ternyata aku sudah di remove dari FB nya. Dan aku coba lihat lihat fotonya, ada sebuah foto yang nunjukin foto anak kecil yang lucu dan disitu ditulis “Jagoanku”. Oh My God, betapa terkejutnya aku melihat tulisan itu. Kemudian aku melihat lihat beberapa fotonya yang lain, ternyata ada fotonya, dan seorang wanita dengan anak itu, dalam satu mobil. Damn, aku sangat merasa bersalah sekali melihat kebahagiaan yang ada pada foto itu, aku seperti wanita yang tak tahu malu jika hubunganku dengan nya di teruskan, akan ada banyak yang tersakiti, istrinya, anaknya, keluarganya, keluarga istrinya dan aku. Astaghfirullah.. Allah masih sayang padaku dan masih menunjukkan kepadaku, kalau memang dia bukan yang terbaik bagiku, dan tidak pantas jadi imamku kelak. Alhamdulillah.. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin…
The Second GJ
Dia ibaratkan seekor madu, setelah melihat salah satu mawar tetapi tidak menarik warnanya, dia pergi. Kemudian dia terpikat warnanya, tetapi wanginya tidak seharum seperti dugaannya, diapun pergi. Begitupun dengan yang selanjutnya, warnanya semerbak, wanginya harum tapi sayang rasanya tak semanis tampak luarnya, dan diapun pergi. Begitulah ulah si “GJ” itulah nama yang pantas kuberikan untuknya. Memang aneh. Dari awal perkenalan juga aneh, dan selanjutnya juga tambah aneh. Orang aneh.
Berbagai alasan dia gunakan untuk mengajakku berkenalan. Mulai dari menanyakan sesuatu hal yang bersifat pekerjaan, hingga masalah honorarium yang diperoleh yang itu semua menurutku “Gak Nyambung” banget. Seperti biasa, awalnya aku mencoba untuk berpositif thinking dan menjawab semua pertanyaan yang “Gak Nyambung” itu dengan jawaban yang sebatas sepengetahuanku saja. Karena akupun terkadang tidak begitu faham dan mengerti. Atau mungkin aku tak begitu menghiraukannya. Tapi demi menghormatinya, semua pertanyaan itu aku jawab. Setelah menanyakan hal yang dirasa cukup, mulailah dia menggencarkan senjata, act like a player.
Aku : maaf ya Pak/Bu, anda siapa? Dan tahu nomor saya dari mana?
( waktu itu dia belum menjelaskan kalo dia itu pria )
Dia : Maaf bu, saya dapat no ibu dari teman saya. Saya B.
Aku : dapat dari siapa ya pak?
Dia : saya dapat dari Pak S, Bu.
Soalnya saya pengen Tanya Tanya masalah yang tadi.
Aku : Owh.. Pak S.
Sejak itu akupun tak pernah menghiraukannya. Aku anggap mungkin dia cuma sekedar tanya masalah pekerjaan dan tanya masalah perbedaan kesejahteraan antara Kabupaten dan Kota. Maybe.
And then, he sent a massage again to me. Dan yang kali ini bahasa berbeda. Lebih “SKSD”alias sok kenal sok dekat. Such as, Tanya udah sholat?, udah makan?, dan rayuan rayuan gombal yang gak penting yang lain. Dan terkadang bodohnya aku, mau mau aja balesin sms darinya, huft.. dia terkadang menanyakan hal hal yang buatku itu privasi. Pertanyaannya memang mengindikasikan kalau dia mencari seorang pendamping, ingin memilih dari sekian banyak wanita yang pernah dia kenal, dan sepertinya pilihan yang terakhir itu aku ( kalau memang cocok )hehe..
Aku sempat menanyakan beberapa hal kepada teman kerjaku. Seperti menanyakan asalnya dari mana, kerja dimana, orangnya bagaimana dan umurnya berapa. Dan betapa kagetnya aku setelah diberi tahu bahwa ternyata umutnya sudah berkepala 3. WHAT!! Pada saat itu sempat terfikir olehku bagaimana tampang orang yang sudah berumur 30an. Pasti pendek dan dekil ( wkwk.. don’t judge the book by its cover untuk sementara ini gak berlaku deh ). Dan yang pasti aku menyangka pasti dia sering mengenakan sarung. Bagaimana tidak dia alumni sebuah pondok. Oh My God.. sebenernya sih hamba meminta dijodohkn dengan orang yang soleh, taat dalam ibadah. Tapi kalo kemana mana pake sarung ya terkadang malu maluin. Hehe..
Setelah beberapa lama sms an. Dia mengajakku untuk bertemu. Awalnya aku menghendaki untuk bertemu di rumah. Karena aku pikir, jika bertemu dirumah lebih menghemat waktu dan gak ribet ribet amat.
Aku : gimana kalo dirumahku aja ketemuannya?
Dia : rumah kamu dimana?
Aku : deket kok, ntar tak tunjukin jalannya
Dia : ntar gimana keluargamu?
Aku : ( bertanya tanya ) kenapa dengan keluargaku?
Dia : aku takut kamu dimarahi keluargamu
Aku : dimarahi? Emangnya kenapa kok bisa dimarahi?
Dia : ya, mungkin kamu gak pernah bawa temen laki laki dirumah kamu
Aku takut nantinya kamu dimarahi karena aku ke rumah kamu
Aku : ( sungguh alasan yang gak masuk akal ) trus maunya gimana?
Dia : gimana kalau ketemuan di rumah temenku yang dia juga temen kerja kamu?
Aku : di rumah pak S? ( lama memikirkan tawarannya )
InsyaAllah lah. Ntar tak kabari
Dari perdebatan tentang dimana tempat janjian itulah aku sedikit merasa males menanggapinya lagi. Tapi aku mencoba untuk tidak mengecewakan. Dan akhirnya tak lama kemudian dia sms dan menanyakan tentang pertemuan kita. Dan akhirnya akupun menyetujui bertemu dirumah teman dan juga rekan kerjaku. Aku sempat berjanji dalam hati, kalo memang ada seorang laki laki yang mau aku ajak kerumah dan yang mau serius denganku, DIA JODOHKU. Tentunya dengan tidak melupakan saran dari Yang Maha memiliki cinta terbesar.
Hari itu, setelah pulang dari kerja, dengan tampang yang biasa biasa aja ( kata orang jawa, kumus kumus. Dan terlihat sangat capek ) waktunya untuk ketemuan. Kenapa aku tak menyempatkan untuk berbenah diri, supaya di bisa melihat aku yang apa adanya. If u like me take me, and if don’t like me, im gonna be okay. Entah kenapa, selama dia belum datang, aku tak pernah merasakan deg deg an yang begitu berarti. Begitupun setelah ketemuan, I don’t feel the chemistry between us. Gak ngerasain sesuatu yang terjadi. Kalo kata India mah, Kuch Kuch Hota Hai. Wkwkw… mungkin karena ilfil umurnya kali, tapi dari wajahnya sih tak terlihat seperti orang yang berumur 30an lebih. Ya tampang umur hampir 30an lah. Hehe.. ( itu mah sama aja kali ya )
Dari pertemuan itu, aku sempat berfikir. Jika Allah mentakdirkan dia sebagai jodohku, maka akan ada jalan agar dia mendekat. Kalo memang dia bukan jodohku, aku meminta untuk segera menjauhkan dia dariku dan menggantinya dengan yang lebih baik. And I think, doa ku dikabulkan oleh Allah. Sepertinya sikapnya tidak membuat semakin mendekatiku. Malah semakin menjaga jarak. And I now that he doesn’t belong to me. Dia bukan jodohku. Akan ada yang lebih baik, jauh lebih baik dari dia, dari semua GJ yang pernah kutemui. Amien.. hopely.
“Robby laa tadzarni fardan waantal khoirul waaritsiina”
Doa itu selalu kupanjatkan kepada Allah SWT dalam tiap shalatku. Bermunajat agar lekas diberikan jodoh yang sesuai dengan apa yang aku butuhkan. Karena Allah akan memberikan yang sesuai kebutuhan kita bukan keinginan kita. Aku hanya butuh seseorang yang mau berbagi, bertukar pikiran dan menasehati dalam kebaikan. Seorang imam yang tidak hanya membimbing dalam shalat, tetapi membimbing aku untuk menjadi yang lebih baik. And of course be a better wife for my husband, better mother for my child, and better person in everything.
Mungkin pengalamanku bertemu dengan beberapa orang “GJ” membuatku sadar untuk lebih berhati hati, dan lebih memilih lelaki yang pantas untuk dijadikan suami. Walaupun seorang wanita itu bukan pada tempatnya untuk memilih. Tetapi apa salahnya untuk memilih yang terbaik untuk sekali seumur hidup?
And married is not that simple. Nikah itu bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Musti dengan pemikiran yang matang, persiapan yang matang, dan siap lahir maupun bathin. Klu sudah ngomong masalah nikah, nggak aka nada ujungnya. Panjjaaaaangggg lebbaaaarrr kali tingggiii deh yang ada. Kita manusia hanya bisa berdoa, dan ikhtiyar supaya diberi kemudahan dalam apapun. Amien..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar