Rabu, 09 Oktober 2013

CurCol



30th September 2013 at 22.36
Ketika pendapatan tak sejalan dengan pengeluaran, istilah kasarnya adalah besar pasak daripada tiang. Terkadang logika belum cukup mampu berfikir dan mengkalkulasinya dalam matematika. “dari mana uang buat ini, dari mana uang buat itu, dari mana uang buat anu, dll” itulah pemikiran manusia. Terbatas! Diluar dari itu semua ada sesuatu yang sangat tak terbatas yang mungkin tidak disadari, REJEKI. Apapun bentuknya rejeki, tak hanya dalam segi materi, nafas yang kita hirup, penglihatan, penciuman, apapun. Itulah rejeki yang tanpa disadari kita oleh manusia. Ahh.. manusia. Manusia seperti saya, manusia seperti anda, kita semua. “fabiayyi alaa Irobbikuma tukadzzibaan”? terkadang kita sering lupa akan hal itu. Sepele, tapi bermakna. Sedikit, tapi penting. Rejeki bisa datang dari manapun, kapanpun, siapapun. Bahkan “min khaitsu laa yahtasib” bisa datang dari arah yang tidak diduga-duga. How cool is that? Pernahkah terpikirkan olehmu untuk menghitung semua? Pendapatan dikurangi pengeluaran maka hasilnya akan minus? Pasti. Tapi kenyataannya bisa kan kita berkaktifitas tiap harinya, minggunya, tiap bulan? Itu melebihi kemampuan kita lho, catet! Makanya jangan nilai pemberian Tuhan dengan perhitungan matematika, ekonomi, atau apapun itu ilmu dunia. U better give up before start to think about that, because I doubt it.

7th October 2013 at 19.51
Mungkin kali ini saatnya untuk lebih pasrah terhadap yang telah ditentukan Tuhan. Ketika memilih seseorang sebagai teman, berkomitmen, tapi entah ujung-ujungnya belum menemukan kecocokan untuk menuju jenjang berikutnya. Selalu ada halangan, mungkin lebih tepatnya selalu ada makna lain dibalik “halangan” itu. Terlalu berkeinginan untuk menikah juga sepertinya lelah. Ketika keinginan itu benar-benar sudah bulat, dan seseorang hadir, entah kenapa seperti berkeinginan sendirian tanpa ada timbal baliknya. Seperti bertepuk dengan satu tangan, tak terdengar nyaring bunyinya. Pada suatu ketika setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, itu janji Tuhan dan itu PASTI. Tidak akan pernah tertukar, tidak pula datang ketika belum tepat saatnya. Skenario Tuhan lebih sempurna. Datang ketika dirasa siap, pada waktu yang tepat, dan dengan orang yang dipersiapkan Tuhan untuk menjadi pasangan. Dan dialah pilhan. Pilihan Tuhan yang tak pernah salah pilih. Yang baik untuk yang baik, itu janjiNya. Aamiin... semoga.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar