Jumat, 02 November 2012

Ibuku Sayang :*









“ahh.. aku sudah capek dengerin ibu ngomel mulu!!”

Braaaakkk...

Pintu itu terdengar keras kubanting. Akupun berlalu meninggalkan ibuku yang masih mengeluarkan sumpah serapahnya.

Aku capek seperti ini terus, kenapa ibu tak pernah mengerti aku sedikitpun?
Pertanyaan itupun selalu muncul dalam benakku.

Berawal dari pembicaraan kita sepulangku kerja, ibu yang memulainya. Dan akupun menanggapinya dengan datar. Karena aku terlalu lelah dengan tugas kantor yang sepertinya tak pernah henti menyiksaku setiap harinya

“kamu kapan mau bantu ibu beresin masalah ibu?”

“ibu butuh bantuan kamu buat nyelesaiin masalah ibu”
Dengan nada yang sedikit meninggi

“aku baru datang kerja bu, tunggu aku mandi dulu baru kita bicarakan”

“masa ibu gak ngerti posisiku?. Aku capek”
Sambil berlalu meninggalkan ibu

Karena sikapku yang tidak menghiraukan permintaannya lah ibuku semakin naik darah.

“kamu memang dari dulu gak pernah bantu ibu!”

“kamu sibuk nyelesaiin masalah kamu sendiri”

“kapan kamu mau bantu ibu kalo kamu gak peduli dengan masalah ibu??”
Nada suaranya sudah mulai meninggi

Seketika itu kulemparkan tas yang sedang kukemasi isinya.

“kapan aku gak pernah mengerti posisi ibu??”

“kapan buk?”

“aku kerja kaya gini juga pengen bantuin ibu!!”
Tak terasa bulu kudukku merinding, aku seberani itu terhadap ibuku. Dan air mataku pun menetes lirih.

“kamu kerja buat kebutuhan kamu sendiri, bukan buat ibu!”

“coba lihat adik kamu yang sedikit banyak bantuin ibu”

Semakin tinggi emosiku dengan ucapannya

“dulu sebelum adik kerja, siapa yang bantuin ibuk??”

“siapa yang ngasi uang jajan adik kalo ibu gak megang uang sepeserpun?”

“kapan aku pernah minta uang buat biaya kuliah meski itu hanya uang SPP 200ribu??”

Semakin tinggi emosi dan bantahanku atas tuduhannya, semakin besar pula rasa marah ibu padaku. Sore itu dikampung, seketika menjadi sore yang ramai dengan teriakan kita di dalam rumah. Tak ada seorang pun yang melerai, hanya kita berdua yang saling berargumen mempertahankan idealisme masing masing. Aku dengan argumen ku, dan ibu dengan argumennya yang dia rasa benar.

“dasar anak gak tau diuntung, aku yang melahirkan kamu”

“apa aku minta semua biaya yang aku keluarin buat besarin kamu selama ini?”

Seketika itu akupun terdiam, kenapa ibu meluapkan emosi dengan mengungkit ungkit pemberian yang sudah merupakan kewajibannya kepada anaknya? Saat itu aku tak berkata apa apa. Otakku berfikir, kemana aku harus pergi menjernihkan pikiranku saat ini?

“terserah ibu mau ngomel apapun, yang jelas ketika semua urusanku selesai aku akan menyelesaikan masalah ibu satu persatu secara bertahap”

“aku mohon ibu bisa menghargai itu”
Kuambil tas yang aku lemparkan tadi, bergegas meninggalkan ibu yang sedang tidak bisa mengontrol emosinya.

Semoga dengan aku pergi, emosi ibu perlahan memudar. Aku yakin pasti ibu bisa meredamnya. Hanya saja butuh waktu.

Diperjalanan, akupun sadar dengan apa yang diucapkan ibu

“kamu sibuk nyelesaiin urusan kamu sendiri. Dan kamu kerja hanya untuk kebutuhan kamu sendiri, bukan buat ibu”

Seperti halnya ditampar tetapi ini jauh lebih sakit dari pada 10 kali tamparan. Sakitnya melebihi disayat dengan pisau yang sangat tajam. Sakit!

Termenung dengan perkataan ibu yang memang ada benarnya. Ibu sudah melahirkanku. Dengan susah payah dia mengeluarkan kepalaku dari rahimnya. Dan tidak dengan perjuangan yang mudah, tapi dengan nyawa taruhannya. Seketika itu aku menangis, tak peduli semua orang menatapku.

Aku berhenti sejenak, kuambil hape kemudian kupencet nomor salah seorang temanku

Aku kerumah kamu sekarang, bls

Oke.
Jawabnya singkat

Kuceritakan kepada temanku tentang apa yang terjadi antara aku dan ibu. Sambil menangis aku bercerita panjang lebar. Menyesal atas apa yang sudah aku ucapkan kepada ibu. Tak sepatutnyalah aku berkata demikian menyakitkan kepada seorang yang telah melahirkanku.

“kamu mungkin terlalu emosi, ibumu juga”

“kamu capek, beliau juga lelah dengan beban yang beliau pikul”

“iya”
Akupun mengiyakan dengan anggukan kepala

“trus aku musti gimana?”
“sepertinya ibu kecewa dengan apa yang aku ucapkan tadi”

Dengan tenang temanku berkata
“tunggu aja, pasti ibu kamu Cuma emosi sesaat”

“gak mungkin beliau tega tak menghiraukan anaknya”

“bagaimanapunjuga, beliau ibu kamu. Beliau lebih ngerti kamu dari siapapun”

Kurangkul teman yang sekaligus sahabatku itu, menangis dipelukannya sejadi-jadinya.

“thanks ya”

“ya, besok kamu harus pulang”

“oke” kataku lirih

Keesokan harinya, kulihat ibu masih tertidur lelap di kasur. Kuhampiri ibuku. Dengan manja aku tidur disampingnya, merangkulnya seperti tak terjadi apa apa semalam.

“ibu, aku sayang ibu”
Bisikku pelan sambil mencium rambutnya dari belakang

“dasar”
Tangannya pun memukul wajahku pelan.

Seperti tak terjadi apapun diantara kami. Aku tau sifat ibu yang hanya bisa marah seketika itu, kemudian besoknya dia hampir lupa dengan kejadian yang lalu. Itulah ibuku. Ibu yang hebat buatku, meski kita terkadang beda argumen, selera dan cara berfikir. Dia surgaku, dan dari doanya dikabulkan Tuhan.

You’re my everything, ill do anything to make you smile
I love you more and more mom...
Until my last breath

Rabu, 31 Oktober 2012

Aku dan Kopi Sisa Ayahku


Sore ini, secangkir kopi itu mengingatkan ku pada ayahku. Kulihat dicangkir itu tersisa kopi yang kira kira setengah cangkir ukuran mungil.
Cangkir mungil itulah yang biasanya digunakan ibu untuk kopi favorite ayahku sepulang dari kantor.

“mana nih sendoknya buk?”

“ibu kan tau kalau ayah paling suka minum kopi pake sendok”
Dengan setengah berteriak ayahku pada ibuku yang ketika itu didapur.

“iya, nih diambilin. Ibu lupa”
Sambil berlari kecil ibu menyerahkan sendok teh yang biasa digunakan ayah untuk meminum sedikit demi sedikit kopinya yang perlahan mulai dingin.

“ayah suka nih kalo gula dan kopinya pas kayak gini”
Sembari menikmati kopi kapal api favoritnya dan tersenyum simpul pada ibu.

“kalo ibu lagi pergi, kamu yang kebagian bikin kopi buat ayah nduk”
Ayah menoleh padaku dan menunjukku dengan menggunakan sendok yang dia pegang.

“kok aku yah? Aku kan gak suka kopi.”
“apa sih enaknya kopi?”
Sindirku sinis pada ayah

“yah, kamu belum tau enaknya sih.”
“sekali kali cobain. Nanti kalo kopi ayah sisa, kamu minum. Dikit aja gak perlu banyak, yang penting ngerasain gimana rasanya kopi”

“hahaha.. ayah bisa aja”
“oke deh.. ntar tak cobain kopi sisa ayah”

Dari sanalah bermula ketertarikanku dengan kopi, apalagi sisa ayah. Sepertinya ada rasa yang berbeda antara kopi sisa ayahku dengan kopi-kopi biasanya.

“tuh yah, udah tak bikini kopi. Aku sendiri lho yang bikin. Hehe..”

Ayah bingung
“memangnya ibu kamu kemana? Kok tumben kamu yang bikin?”

“ada tuh. Ibu solat”

Dengan sedikit keraguan yang seperti terlihat jelas diwajah ayahku, ayahkupun mulai meminum kopi buatanku.

“hmmmm..” gumam ayah

“gimana?”
Akupun penasaran dengan ekspresi ayah yang datar

“enak” Kata ayah dengan sedikit senyuman simpul.

Aku tau senyum itu, artinya ayah suka dengan rasanya. Ayah suka kopi pertama buatanku. Suatu kebahagiaan tersendiri bisa mendapatkan senyuman dari ayah, meskipun senyumannya sedikit simpul. Tapi matanya tidak bisa dibohongi, sepertinya ingin mengatakan “kopimu enak nduk”
Semenjak itu, ayah sudah mulai jarang meminta ibu untuk membuatkan kopi. Yang ayah cari adalah kopi buatanku. Hehe.. bangga sih bisa menyaingi rasa kopi buatan ibu, tapi tidak ada yang menggantikan keterampilan tangan ibu sewaktu memasak di dapur. Jika dibandingkan dengan aku yang hanya bisa membuat kopi.

Kopi sebagai ajang kita (ayah dan aku) untuk curhat.
Ketika aku butuh curhat, selalu kopi sebagai sogokan supaya ayah lebih nyaman dengan curhatanku.

“nih yah, kopinya”

“ah.. ayah tau pasti ujung-ujungnya mau curhat kan?”

“hehe.. ayah tau aja.”

Dan tak lupa setelah ayahku menyisakan setengah kopinya, dia selalu memberikannya padaku.
“nih, setengahnya. Sesuai permintaanmu”

Sepertinya ayah sudah hafal dengan laguku yang menantikan kopi sisa ayah.

Semenjak ayah sakit, ayah sudah mulai mengurangi minum kopi.

“yah, gak kangen kopinya?” candaku

“kangen, sana bikinin buat ayah dikit aja”
Pintanya dengan nada memelas

“eh.. eh.. mau macem-macem ya? Mau sakit lagi ininya??”
Tak lama ibu pun memarahi kami dengan tangan kiri dipinggang dan jari telunjuk sebelah kanan menunjuk kea rah lambung ayah.

Ayah terkena maag kronis, entah karena ayah sering minum kopi atau entah karena kebiasaan ayah sendiri yang suka meremehka sarapan. Yang jelas ayah terlihat pucat waktu itu. Aku berusaha tegar dengan keadaan ayah tapi aku tidak bisa menahan tetesan air mata ketika aku bersujud menghadap Allah dalam sholatku.

Empat tahun berlalu, kejadian itu seperti baru kemarin terjadi. Aku kehilangan ayah, aku kehilangan kebersamaan kita ketika kita curhat meskipun sogokannya hanya secangkir kopi. Dan yang paling penting, aku kangen kopi sisa ayahku.
Kuminum kopi didapur yang tersisa setengah. Entah kopi itu sisa siapa, tapi aku membayangkan itu kopi sisa dari ayahku.

#dedicated to my beloved dad

Selasa, 30 Oktober 2012

Nenek

Minggu pagi ketika aq membuka mata, kebiasaan setelah membuka mata adalah membuka sms yang masuk lewat hape q. waktu itu ada sms yang asalnya dari nomor yang tidak dikenal. dan ternyata setelah aq buka, isi sms nya mengagetkanq.

"dewi, dhe mau menyampaikan berita duka bahwa Mbah Umi Nyai Alawiyah Kina'ah meninggal dunia tadi malem jam 10. nanti jam 9 mau dimakamkan, tolong sampaikan mami mu. dhe saleh"

ternyata sms itu berasal dari pak dhe, anak dari nenekq yang pertama. kemudian aq bergegas menyampaikan amanat berita duka ini kepada mamiq. ternyata mamiq pun tersentak kaget mendengarkanq membacakan sms dari pak dhe q. aq selalu bertanya tanya "ini bener mbah umi ta mi?, namanya mbah umi tuh Alawiyah Kina'ah ta?" seperti tidak percaya nenek pergi. 

memang awalnya nenek sudah sakit sakitan. terakhir ketika aq dan keluarga menemuinya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri aq sempat kaget dengan keadaan nenek. kaki beliau bengkak, kata salah satu sepupu q bilang kalo nenek sakitnya komplikasi. mulai jantung, liver dan kencing manis. aq sempat meneteskan air mata melihat keadaan nenek yang hanya bisa duduk di kursi ruang tamu. ketika berjalan pun nenek masih dibopong oleh salah satu sepupuq. 

ketika itu entah kenapa salah satu tante q ingin kita beserta keluarga berfoto bersama nenek. tak hanya dengan kita, dengan keluarga yang lain pun juga. dan dengan sabarnya nenekq pun meladeni keinginan cucu, menantu dan anaknya itu. dan ketika itu kami pun berfoto bersama nenek kemudian kami berfoto keluarga tanpa nenek.

foto kami sekeluarga dan nenek

foto kami sekeluarga tanpa nenek

setelah kehilangan nenek, aq pun menyadari kalo ternyata foto keluarga itu adalah foto terakhir kami bersama-sama dengan nenek. dan Idul Fitri kemaren adalah Hari Raya terakhir bersama nenek. 

setelah aq membaca sms dan sempat tak percaya maka kami pun memutuskan untuk berangkat menemui nenek untuk yang terakhir kalinya. dalam perjalanan tak hentinya mata q menangis, aq menangisi nenekq yang dulunya kelihatan tangguh sebagai seorang nenek yang pekerja keras. aq hanya bisa memeluk mami dan menangis. "Ya Allah, orang yang aq peluk ini adalah salah satu wanita hebat yang saat ini ada disampingq setelah wanita hebat yang lain engkau ambil dari q, nenekq. tolong tempatkan dia di tempat yang terbaik disisiMu Ya Allah. aq sayang nenekq seperti sayangq kepada mamiq, ayahq. nenek adalah ibu dari ayah yang aq banggakan. mungkin dialah yang jadi inspirasi ayahku hingga menjadikan ayahku seorang yang hebat menurutq. semoga wanita yang sedang aq peluk ini belum sempat merasakan bahagia karena saat ini aq masih belum mampu membahagiakannya. ijinkan aq membahagiakannya dulu sebelum Engkau ambil dia dari sisiku". tampak wajah nenek dibalik kain kafan itu putih sekali, cantik dan seperti tersenyum. dan kata terakhir yang sering diucapkan nenekq adalah "KUN FAYAKUN", jika Allah mentakdirkan untuk terjadi, maka terjadilah.
 
kehilangan orang yang sangat kita sayangi itu memang tidak mudah. dulu ketika kakek, ayah dari ayahq  pergi aq tak begitu merasa kehilangan. tapi beberapa tahun setelah beliau meninggal, aq merindukannya. merindukan bagaimana kita sekeluarga bisa berkumpul bersama dan mengadakan pengajian internal keluarga. kemudian saat yang paling terpukul dan sangat kehilangan adalah saat ayahku pergi ketika aq membutuhkan orang yang bisa menasehatiq dengan ketenangannya, tidak dengan emosi tapi dengan kata-kata yang kalem tapi menyentuh. aq sangat sangat kehilangan ayahq kala itu. tak tergantikan beliau buatq. dan yang terakhir adalah nenekq. Ya Allah.. kukirimkan selalu al fatihah kepada beliau beliau yang aq sayang. KH. Muhammad Rasyad (Kakek), Abdus Salam Amrullah (Ayah) dan Nyai Hj. Alawiyah Kina'ah (Nenek). semoga Allah memberikan tempat yang terbaik disisiNya. diterima amal ibadahnya serta dilapangkan kuburnya. Amien Ya Robbal Alamin

Minggu, 21 Oktober 2012

Be With Me All The Way



Prolog:
When u feel so tired, when u feel down, when u feel no ones care. Try to listen this song. Rasanya damai, tenang, seperti ada yg selalu ada buat kita tapi sayang kadang itu buat kita tak pernah cukup. Allah is always be there for us. Hope u also inspired with this song.

Versi English
GUIDE ME ALL THE WAY

I know that You could easily
Take away every thing You’ve given me
And I try to remember
Not to take anything for granted
‘Cause I know that one day
Suddenly this will all come to an end
So my last wish is for you to be pleased with Me

Allah, Ya Allah
Guide me all the way to your Jannah
Ya Allah, Ya Allah
Don’t let me go astray ’cause I need you
By my side, I wish to be close
Close to You throughout my life
Ya Allah, oh Allah!
Be with me all the way

I know that sometime I do
I do forget that my next breath could be the last
Forgive me ’cause I cant thank you enough
Forgive me when I doubt your love
Now I pray for that day
when all this stops and comes to an end
So my last wish is for You to be pleased with me

Allah, Ya Allah
Guide me all the way to your Jannah
Ya Allah, Ya Allah
Don’t let me go astray ’cause I need you
By my side, I wish to be close
Close to You throughout my life
Ya Allah, oh Allah!
Be with me all the way

Day by day passes
And I think that my time could be near
So I pray: O God let this world be in my hands
And not in my heart
‘Cause soon I’ll have to leave it [x2]

Allah, Ya Allah
Guide me all the way to your Jannah
Ya Allah, Ya Allah
Don’t let me go astray ’cause I need you
By my side, I wish to be close
Close to You throughout my life
Ya Allah, oh Allah!
Be with me all the way

Guide me all the way
Don’t let me go astray


Versi Indonesia
TUNTUNKU KEPADAMU
Kusadari, engkau sanggup
Mengambil kembali karunia-Mu
Dan kucoba, selalu mengingat
Takkan sia-siakan segalanya
Karena, suatu hari
Semua akan tiada lagi
Dan di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Allah, Ya Allah
Tuntunku ’tuk tiba di Jannah-Mu
Ya Allah, Ya Allah
Jangan jauh dariku kudamba cahaya-Mu
Bersamamu kuingin dekat
Dekat dengan-Mu sepanjang usia
Ya Allah, Oh Allah!
Dampingi langkahku

Kusadari, kadang kulupa
Mungkin ini nafasku yang terakhir
Ampuni kurangnya syukurku
Maafkan kuragu kasih-Mu
Nanti, suatu hari
Saat duniaku usai berakhir
Di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku

Hari berganti
Kuyakin waktuku kian singkat
Tuhanku, biarku genggam dunia ini
Tanpa mencintainya
Karena ku kan segera pergi
Karena ku kan segera pergi

Tuntunlah aku
Setiap langkahku

Rabu, 19 September 2012

THANKS GUYS



Alhamdulillah..
Pengalaman adalah guru yang paling berharga. kata-kata ini sepertinya ada benernya. Dari pengalaman,  kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik kedepannya. Kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Ada seorang teman yang bilang bahwa “Jangan suka nerima curhatan dari orang lain. Bisa bikin kamu jadi egois”. Hmm.. setelah dipikir-pikir, sepertinya kata-kata itu salah. Yang benar, dari cerita orang lain kita bisa belajar dari pengalaman mereka. Sebagai media pembelajaran dengan contoh para pasien yang curhat ke kita. Misalnya, kalo temen punya masalah, at least kita bisa belajar bagaimana menghandle ketika kita dihadapkan pada masalah dan bagaimana mencari jalan keluarnya.
Anyway, ngomongin tentang pengalaman. Sepatutnya lah aq bersyukur dan berterima kasih kepada semua orang yang pernah ada  di kehidupanq. Semua yang pernah menjadi masa laluq. Ini tentang cinta. Sebenarnya apa sih cinta itu? Perasaan saling membutuhkan? Perasaan yang hanya dirasakan oleh satu orang saja? Yang katanya Raditya Dika tuh “jatuh cinta diam-diam”? ataukah perasaan menghormati ketika dihadapkan dengan perbedaan? 

Cinta itu... Saling Percaya
Rasa saling percaya itu tidak mudah dibangun. Butuh waktu yang lama untuk meluluhkannya. Ketika aq mengenal seorang yang berinisial J, awalnya aq tidak menaruh sedikitpun rasa percaya ke dia. hanya sebatas komunikasi biasa. Lambat laun, kita sering bertukar pikiran. Karena sama-sama saling percaya, kita mulai menceritakan semua hal. Saling nasehat menasehati. Memberi saran yang terbaik bagaimana menapaki kehidupan. Sampai akhirnya aq merasa, sepertinya dia yang lebih mengerti aq. Dia rela meluangkan waktunya hanya untuk mendengarkanq menangis. Sepele memang, tapi menurutq itu berkesan dan tak bisa dilupakan. Hingga akhirnya dia pergi entah kemana, menghilang tanpa jejek. Kita loose contact. Terakhir dia cerita kalau dia mengidap penyakit yang lumayan parah pada ginjalnya. Semoga yang aq takutkan selama ini tidak terjadi, semoga dia akan selalu baik-baik saja. Dan selalu mengingatq seperti halnya aq yang mengingatnya sebagai penggalan cerita dimasa lalu.

Cinta itu... Unik dan Menyakitkan
Dia unik, namun perjalanan ceritaq untuk seseoang yang berinisial D ini sedikit menyakitkan. Mungkin ini menyakitkan buatq. Karena aq hanya bisa memberanikan diri untuk menjadi secret admirer nya saja. Pemuja rahasia. Dan seorang yang hanya bisa jatuh cinta sendirian. Dan kenapa anehnya aq seperti “terobsesi” (-mungkin kamu terobsesi, bukan cinta-kata seseorang padaq). Ya.. setelah dipikir-pikir, mungkin bisa jadi aq hanya terobsesi padanya. Tapi apa yang aq obsesikan? Sebenarnya aq menyukai keunikan yang ada pada dirinya. Jika aq disuruh menyebutkan apa keunikan tersebut, aq pun bingung untuk mendeskripsikannya. He’s my special one, I don’t know why I don’t know how come. It just happen. Just like I leave him, I just happen. I remove everything about him. But sometimes I realize, I cant remove all my feeling to him. Every songs, like “monster by paramore” remind me when I call him. Every toys, “Transformers” remind me his passion of it. Every minute that we spend together on phone. Every story that he tell to me. Everythings. But some how, when I rewind the last thing he did for me. I feel disappointed and hurt.

Cinta itu... Menghormati Perbedaan
You know I can smile without you.. I can smile without you.. thanks for making me smile all day “A”. ketika rasa kecewa karena cinta yang tak berbalas, masih ada seseorang yang mampu membuatq tertawa. Sayangnya ini jujur dari hati, bukan sekedar gombal atau status galau. Kita sama-sama suka music, sama-sama suka nonton film, dan kadang kita membahas banyak hal yang awalnya sempet gak kepikiran buat dibahas. Seperti aq pernah lupa dimana lokasi LAMPUNG? What? Sebenernya memalukan untuk dibahas, tapi gak tau kenapa tetap aja nyambung. Kita sama dalam banyak hal, tapi sayangnya kita berbeda dalam satu hal. Dan ini mendasar sekali. Pernah sempat membicarakan hal ini, tapi sepertinya kita sama-sama tau akan bagaimana endingnya. Dia akan tetap dengan pendiriannya begitu juga denganq, aq tetap pada pendirianq. Dia adalah seorang yang sepertinya memiliki dua kepribadian. Sisi yang satu dia adalah seorang yang tegas, menyuarakan dengan lantang ketika ada sesuatu hal yang dia rasa tidak sependapat dengannya. Dari sisi yang lainnya, dia adalah seorang yang romantis, penasehat yang baik, pria yang sayang kepada ibu nya (artinya dia bisa menghormati wanita dari cara dia memperlakukan ibunya). Tetapi sekarang aq pun menyadari dia perlahan menghindar. “I miss our conversation. Thanks for making me smile all day. Hopely God will give u all the best” I say. “Everythings gonna be OK. J” U say. And I still belive it, everything that happen to me will be OK because I know u know that I can handle it.

Thanks guys for a beautiful story called LOVE. Sometimes it happy, sad, cry, laugh, and sometimes it always get hurt. Thank You.

Senin, 03 September 2012

Fact About Me



Ada beberapa orang merasa enggan untuk dikritik oleh orang lain. Namun sebenarnya beda halnya denganq. Awalnya sih agak sensi sedikit kalo dikritiknya terlatu "pedes" omongannya. Tapi ketika aq merenungi kesalahanku, mengaca dan flashback kelakuanq beberapa waktu yang lampau sih memang sedikit banyak aq mengakuinya. Beberapa dari mereka mengkritikpun awalnya dari temen yang baru kenal. Tapi itu membantu sih sebenarnya. Aq jadi tau apa kekurangan yang ada dalam diriq dan segera memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. 

Chalil bilang 
"q masih belum melihat kejujuran dan keterus-terangan dalam kehidupan mu
dan 
"q hanya melihat kamu melakukan sesuatu masih karena terpaksa bukan ikhlas dari hati mu" 
Ternyata 
aq memang menyadari terkadang aq tak menjalankan semua atau sesuatu itu dari hati. terkadang aq belum seluruhnya ikhlas melakukan sesuatu. belum bisa Lillahi Ta'ala. masih berharap imbalan, masih menginginkan pujian dari seseorang atau supaya kelihatan baik di mata orang lain. dan aq pun menyadari itu. tetapi lambat laun aq memperbaikinya. dimulai dari dalam diri. perbuatan, perkataan, pola pikir, dan memulainya dari awal. memang hati ini selalu berbolak balik. Dan akupun selalu berdoa kepada Allah agar selalu tetapkan hatiku pada hal-hal yang tidak disukai olehNya. Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbii ‘ala diinika wa’alaa tho’atika. Wahai Maha Pembolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamMu dan selalu taat kepadaMu. Amien..

Asna bilang
“kamu tuh perfeksionis, inget Tuhan tidak pernah menganggap semua kerja kerasmu itu sia-sia belaka”
Ternyata
Memang iya. Satu kalimat yang sebenarnya dari awal aq hindari, jangan sampai sifat ini melekat dalam diri. Ehh.. ternyata aq sendiri tidak sadar akan adanya sifat itu dalam diriq, malah orang lain yang baru 2 bulan aq kenal yang menyadarinya. Awalnya aq agak sedikit sewot jika dibilang “kamu tuh perfeksionis”. Seperti petir di siang bolong. Haha.. lebay dikit sih, tapi emang beneran bikin kaget. Tapi kalo dipikir-pikir ada beberapa perilaku yang memper-memper menunjukkan kalo aq perfeksionis.
1.      Dalam bekerja, awalnya aq menuntut pekerjaanq untuk rapi dan jika dikerjakan oleh orang lain aq ingin semuanya sesuai dengan apa yang aq mau. Ini perfeksionis sekaligus egois sih...
2.      Ketika makanpun aq menata semua hal kecil menjadi lebih detail. Ini tidak bisa diketikkan dengan kata- kata, hanya saja bisa diungkapkan langsung lewat cerita.
3.      Manajemen waktu. Misalnya begini, hari ini aq ada janji jam 10 jadi aq musti siap2 30 menit sebelum itu. 30 menit itupun aq bagi. 10 menit mandi, 10 menit pilih baju dan 10 menitnya dandan. Dan aq paling sebel misalnya ada yang telat kalo memang ada janji. Managemen waktu sebenarnya baik, tapi aq terlalu merumitkannya agar menjadi sempurna seperti yang aq bayangkan sebelumnya. Dan terkadang, apa yang direncanakan tidak terlaksana seperti yang kita mau.
4.      Dan ini yang paling membuatq banyak merenung akhirnya. Dan berusaha memperbaikinya. Intinya gini, dalam rule q jika ada plan A aq selalu menyiapkan plan B untuk mengatasi jika plan A tidak berhasil. Begitupun seterusnya, ketika plan B aq tidak dapat memenuhinya dengan baik, aq selalu berusaha mencari plan-plan berikutnya. Hal ini yang terkadang menyiksaq. Sepertinya terlihat aq tidak percaya akan rencana Tuhan. Padahal, rencana Tuhan itu sangat amat indah dibandingkan dengan rencana manusia. Terkadang aq lupa dan kurang menyadari akan hal itu. Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan semua. Kalimat itu sekarang yang coba aq tanamkan dalam hati.

Dani bilang
“berarti kamu itu Frigid”
Ternyata
Masih meraba apa itu definisi dari Frigid. Tapi kata dia sih “wanita yang dingin” waduhh.. apa aq manusia es? Haha.. kalo dalam mbah google kok artinya masalah S*X mulu.. but im not like that, really. Im normal woman, still like man. Hehe.. mungkin “dingin” dalam hal ini pengertiannya lebih menutup diri dan bersikap cuek terhadap laki-laki kali ya.. (pendapatq sih begitu). Ini dikarenakan mungkin salah satunya adalah background cerita dari masa laluq yang lumayan membuatq tersiksa, dan sedikit dingin terhadap pria. Tapi perlahan aq merubahnya karena dalam hidup manusia diciptakan berpasang-pasangan. Wanita dengan pria, panas dengan dingin, air dengan api. Semuanya berpasangan dan saling membutuhkan satu sama lain. Dan alam doa q, aq selalu meminta agar supaya diberikan jodoh ketika aq sedang butuh bukan ketika aq sedang ingin. Karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan dari pada apa yang kita inginkan. Karena apapun yang kita inginkan itu belum tentu sesuatu yang kita butuhkan, dan apapun yang kita butuhkan itu melebihi yang kita inginkan. Aq yakin Allah tak pernah ingkar janji.

Dan satu lagi kritikan dari sahabat lama
Adi bilang
“kamu itu terlalu idealis jadi perempuan”
Ternyata
Aq pun tidak begitu mengerti dengan apa yang dia katakan tetapi aq berusaha menelaahnya dan mencari keidealisan dalam diriku. But someday, I will understand.

Buat mereka, aq sangat berterima kasih atas kritikan yang sangat berarti untukq kedepannya. Aq yakin mereka care dan pengen aq menjadi lebih baik kedepanya. Thanks to u guys.. ur advice make me think bigger than today, think wise, and think smart.