Rabu, 26 Februari 2014

IM A PERFECTIONIST, AND IT SUCKS



Pernah gak kalian ngerasa sangat cemas, khawatir akan suatu hal yang belum tentu terjadi, dan menginginkan semua yang kita bayangkan harus sesuai dengan apa yang kita mau? Kalau pernah brarti kamu perfeksionis sama seperti saya. Yeah, im a perfectionist, and it sucks. Buat saya, bukan hal yang membanggakan menjadi seorang yang perfeksionis. Mungkin ada beberapa hal positif menjadi seorang yang perfeksionis, namun lebih banyak hal negatifnya. Dan sampai saat ini saya masih berusaha untuk tidak lagi menjadi seorang yang perfeksionis. Tidak mudah memang, karena itu terkait dengan kebiasaan, namun kebiasaan bisa dirubah. Dan saya juga percaya pasti bisa berubah perlahan-lahan. 

Ada tiga hal yang bisa menyebabkan seseorang itu menjadi perfeksionis.

Pertama.
Hasrat untuk bertumbuh menjadi seseorang yang hebat.
Ada beberapa orang yang menginginkan untuk menjadi seorang yang hebat, bagaimanapun caranya. Karena ketika dia sudah dipandang hebat oleh orang lain, berarti dia telah berhasil. Bangga akan kerja kerasnya selama ini. Terkadang motivasi untuk menjadi hebat disebabkan oleh perasaan agar supaya dia dipandang mampu. Mampu mengerjakan yang tidak bisa dikerjakan oleh orang lain, misalnya. 

Kedua.
Harapan sosial.
Perfeksionisme bisa jadi muncul karena adanya harapan di lingkungan social. Misalnya, orang tua, guru, pelatih, manajer, pemimpin, dsb. Mereka menargetkan sesuatu yang arus bisa dicapai. Dan target tersebut biasanya terlalu tinggi. Dan tak jarang lingkungan social sekeliling juga ada yang bertingkah seperti seorang dictator yang menginginkan kita mencapai target tersebut dan memperoleh kesuksesan.

Ketiga.
Rasa tidak aman.
Rasa tidak aman yang timbul dalam diri sendiri dapat pula menjadikan kita seorang yang perfeksionis. Karena kisah masa lalu yang buruk, dibully, dilecehkan, sehingga muncul perasaan tidak aman dan membuat suatu defence tersendiri. Adanya diskriminasi social kemudian mendendam dan berjanji dalam diri untuk berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri sekalipun hal tersebut juga terkadang nampak tak berhasil untuk dilakukan. Mensugesti diri dengan kalimat “suatu saat nanti, saya berjanji...” adalah contoh dari seorang yang perfeksionis dikarenakan rasa tidak aman. Tidak aman karena perlakuan lingkungan sekitar yang memojokkan. 

Dari ketiganya, mungkin memang ketiga-tiganyalah penyebab saya menjadi seorang yang perfeksionis. Awalnya saya berfikir, sifat ini hanya berlaku ketika saya bekerja dikantor. Misalnya seperti saat saya melakukan sesuatu ketika bekerja saya pastikan itu tanpa ada kesalahan, sekalipun ada kesalahan saya akan mengulanginya lagi sampai akhirnya pekerjaan tersebut benar dan sempurna. Ketika terjadi kesalahan, saya lebih merasa bersalah kepada diri sendiri “kok bisa sampai salah sih?” padahal kan sejatinya manusia memang tempatnya salah dan lupa. Manusia tempatnya khilaf. Tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan hasil yang benar-benar sempurna. Pasti ada kesalahan di sana sini. Namun saya menyadari dalam kehidupan sehari-hari dirumahpun saya selalu menuntut –pada diri sendiri- untuk melakukannya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ketika ada orang lain mengambil tugas yang sebenarnya itu adalah tanggung jawab saya, sayapun tidak rela. Contoh paling aneh ketika dirumah adalah saat saya menjemur pakaian ketika selesai mencuci. Seolah-olah sebelum pakaian itu dijemur, saya sudah memprepare letak-letak kemana pakaian itu akan dijemur. Misalnya, “oh, baju ini ditaruh di bagian depan. Oh, celana ini ditaruh dibagian bawah. Bla bla bla.” Dan letak-letak pakaian itu saya atur dalam otak, sebelum otak memerintah tangan untuk menjemur, perintah itu seperti sudah tercatat. 

Aneh?? mungkin iya, mungkin juga ada yang beranggapan hal tersebut biasa saja dan wajar. Tapi apakah sampai sedemikian tertatanya? Entahlah... maybe im a perfectionist and also a weirdo.  

Berikut saya sertakan pula –dan juga sebagai pengingat saya- tips bagaimana sebaiknya menjadi perfeksionis yang baik dan benar. Mengendalikan sifat tersebut agar supaya menjadi sesuatu yang positif.

  • Jadilah orang biasa untuk sehari saja. Biarkan dirimu tidak rapi, terlambat, tidak lengkap, tidak sempurna.  Lalu, rayakan kesuksesanmu. 
  • Ikutilah aktivitas-aktivitas yang tidak ada penilaiannya -aktivitas yang berfokus pada proses bukan hasil akhir-.
  • Ambilah resiko. Ikutlah dalam sebuah pelatihan yang terkenal karena isinya menantang. Cobalah memulai pembicaraan dengan seseorang yang tidak kamu kenali. Kerjakan tugas atau belajar dalam menghadapi sebuah tes tanpa berlebihan. Ubahlah kebiasaanmu pada pagi hari. Mulailah harimu tanpa rencana yang jelas.
  • Beri izin pada dirimu sendiri untuk membuat paling sedikit tiga kesalahan setiap harinya.
  • Berhenti menggunakan kata "harus" pada saat bicara pada diri sendiri. Tinggalkan kata "aku seharusnya" saat bicara.
  • Ceritakan kelemahanmu atau keterbatasan yang kamu miliki kepada seorang teman. Yakin deh, temanmu itu tidak akan menganggap dirimu lebih jelek daripada sebelumnya.
  • Sadari bahwa pengharapanmu atas dirimu sendiri mungkin terlalu tinggi, bahkan tidaak realistis.
  • Kenanglah berbagai keberhasilamu pada masa lalu. tulislah bagaimana hal-hal itu membuatmu merasa nyaman. 
  • Tanya seorang teman untuk membantumu "menyembuhkan" sifat perfeksionismu iu. Mungkin mereka bisa memberikan tanda atau kata tertentu saat mereka menyadari bahwa kamu sedang bertingkah laku sebagai seorang perfeksionis.
  • Sadari bahwa dirimu manusia juga. Akan terasa tidak terlalu sepi kalau kita mau menerima ketidaksempurnaan yang ada pada diri kita sendiri dan diri orang lain, dan menerimanya sebagai bagian kehidupan.
  • Kalau kamu perlu bantuan, bicaralah dengan guru BP di sekolah/kampusmu atau dengan seorang psikolog. Jelaskan situasi yang kamu hadapi dan mintalah saran-saran
Sampai saat ini, saya masih belajar mengendalikan. Berusaha menerima apapun kemampuan yang ada dalam diri saya. Berusaha menerima bahwa manusia itu tak sempurna, pernah melakukan kesalahan, and its fine. Namun tak menutup kemungkinan terkadang sifat itu muncul dengan sendirinya. So, Guys... wish me luck. And i wishes you also the best. Ganbate Kudasai!!

Sabtu, 22 Februari 2014

Nichole

"Hey Dave...
Dont try to play with me. I knw all ur secrets cz u had told me that night. That night we're spent 2gether. If u deceive me, i will do the same things 2 u. If u play with another woman, i swear that there will be no woman approaching u again. Only me, someone who know u so well now. So, dont think 2 find another one or leaving me"


Kubaca pesan masuk dari Blackberryku

Ternyata sms dari 'Nichole'

"Apa nih?? Ancaman?? Ngapain ni orang sms aku?"
Ucapku dalam hati

Nichole, bule asal Prancis yang kebetulan kerja ditempat yang sama denganku. Dia sekretaris dari manajerku.

"Hey Nichole, jangan asal ngomong ya... Aku jalan sama kamu baru beberapa minggu. Itupun cuma sekedar hang out and having fun. So, dont expect too much. Im not ur fuckin husband, jadi jangan coba atur2 saya. Saya dekat dengan cewek lain, itu suka2 saya. Kita pernah jalan sekali, dan jangan anggap hal itu bisa buat kamu serasa memiliki aku sepenuhnya. Ure wrong. Ingat ya, kamu yang ngejar2 aku"

Sengaja aku balas smsnya dgn bhs indonesia karena aku tahu dia sebenarnya sudah fasih berbahasa indonesia. Hanya saja mungkin karena marah, dia lebih lantang meluapkannya dlm bahasa inggris.
1 message sent

"Dasar, bule posesif" gumamku dalam hati ketika kulihat sms balasanku terkirim.

1 message received

"Ur such an asshole Dave"

Selang 5 menit kemudian kulihat balasan sms singkat darinya.

Aku tertawa, tak habis pikir dengan sikapnya. Ternyata selain romantis, bule Perancis juga posesif. Baru aku sadar hal itu setelah aku mengenal Nichole.

***

Keesokan harinya, kudengar berita kalau Nichole mengundurkan diri. Entah apa alasannya aku pun tak peduli.

Tiba2 seorang rekan kerjaku menghampiriku dan memberikanku sepucuk surat.

"Nih surat dari Nichole" kata temanku singkat

Lalu kubuka amplop surat dari Nichole, kemudian kubaca.

Ternyata hanya tulisan singkat yang berisi

IM PREGNANT

*Late Post, 25 Januari 2014*

Tuhan Maha Asyik

Tuhan itu Maha Asyik
Ketika kamu dekat, Dia juga dekat
Sebaliknya, ketika kamu jauh Dia juga jauh
Jadi, deketin aja.. Dia asyik kok

Tuhan itu Maha Pencemburu
Jangan sekali kali selingkuhin Dia
Karena ketika kamu selingkuh dariNya, marahNya mencelakakanmu
Jadi, apapun keadaannya, setialah..


*Late Post 27 Januari 2014*

Jodohku

Ketika aku meminta diberikan sabar, Allah menguji kesabaranku.
Ketika aku meminta untuk segera dipertemukan dgn jodoh, Allah menempatkan aku dalam penantian panjang.
Ketika ada seseorang yang mendekat, Allah menguji kelayakanku.
Karena Dia tau sabarku, penantianku dan jodohku tak pernah mengecewakan.
Buatku, yang dipilihkan olehNya itulah yang terbaik dari yang baik.
Yang tersabar dari yang sabar.
Yang tertampan dari yang tampan.

Bencana Di Ibu Pertiwi

Lihatlah bangsa ini
Serakahnya sampah yang tergenang hingga meluapkan air
Membendungnya perut gunung hingga memuntahkan lahar
Bumi tempat berpijakpun tak kuasa bertahan kemudian bergetar
Ada yang salah?
Siapa yang salah?
Mengapa saling menyalahkan?
Mengapa tak perbaiki diri lantas turun tangan?
Perbaiki tingkah polah
Mulailah berubah
Demi ibu pertiwi yang kita diami
Karena hanya di tempat ini kita akan kembali

Pasuruan, 14 Februari 2014

Rabu, 12 Februari 2014

Guru Yang Baik



Tidak mudah menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi.  Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.

Pertama
Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua
Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh - contoh itu agak konyol.

Ketiga
Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat
Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emosinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima
Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.

Keenam
Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

Ketujuh
Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong badai berlalu.”

Kedelapan
Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.


Kesembilan
Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.


Bagaimana mulianya posisi guru di mata Tuhan pernah diilustrasikan oleh Rasulullah Muhammad SAW dengan sangat indah.



  1. Di akhirat nanti,ketika pintu surga sudah dibuka dan barisan-barisan semua calon penghuni surga dipersilakan masuk,tak ada satu pun yang bergerak 
  2. Barisan calon penghuni surga itu terdiri atas para dermawan, pahlawan, orangtua yang penuh tanggung jawab pada keluarganya,mereka yang rajin beribadah dan amal saleh,dan sekian barisan lain yang kebajikannya jauh lebih berat ketimbang dosa-dosanya 
  3. Melihat calon penghuni surga tidak segera masuk ke taman surgawi yang sangat indah, malaikat pun heran dan bingung, ada gerangan apa ini? Malaikat kemudian mendekati setiap barisan, bertanya kepada kepala regu. Akhirnya malaikat tahu sebabnya. Rupanya, semua kepala regu mempunyai alasan yang sama.

”Kami tidak mau memasuki taman surga sebelum rombongan guru masuk lebih dulu. Kami bisa membedakan baik dan buruk, kami bisa menjalani hidup dengan baik dan bermakna sehingga mengantarkan kami ke surga, semuanya itu berkat pendidikan guru-guru kami.” Begitulah, setelah barisan guru yang tadinya berdiri di belakang, dipersilakan maju dan masuk ke dalam surga terlebih dahulu.

Tulisan ini, mungkin bisa jadi pengingat saya ketika ada rasa lelah menghampiri. Bukan maksud menggurui, sama sekali tidak. Hanya saling berbagi inspirasi. Siapa tau, dengan tulisan ini saya posting banyak dari pembaca yang kebetulan seorang guru seperti saya menjadi terinspirasi. Semoga. Bersemangatlah dalam mencerdaskan anak bangsa. Jasa para guru yang mentransfer ilmu tak tergantikan dengan materi atau apapun yang ada di dunia ini. Dan Tuhanpun tak tinggal diam, pun diam-diam pasti Dia memperhatikan. Selamat Bekerja saudara seperjuanganku..